Proyek MASTRAN akan menghadirkan BRT berskala besar pertama di Metropolitan Cekungan Bandung. Informasi tentang koridor, rute, perhentian, dan manfaatnya bagi warga dikumpulkan dalam situs web ini.
Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) adalah proyek besar yang akan menghadirkan BRT skala metropolitan di Cekungan Bandung, mencakup 5 kota/kabupaten: Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.
Di Bandung, sistem ini akan beroperasi di bawah nama Metro Jabar Trans (MJT), kelanjutan dan pembaharuan layanan bus perkotaan yang telah berjalan saat ini.
Proyek ini menggunakan konsep direct service: bus dapat masuk dan keluar dari koridor utama menuju wilayah off-corridor, sehingga warga di luar koridor tetap terlayani tanpa harus pindah bus.
Tanpa intervensi, Kawasan Metropolitan Cekungan Bandung akan menghadapi kemacetan yang semakin parah akibat meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi. Sejumlah ruas jalan pada jam sibuk sudah mencapai Level of Service F berdasarkan klasifikasi Manual Kapasitas Jalan Indonesia, 1997. Hal ini berarti volume kendaraan melebihi kapasitas jalan dan kemacetan panjang terjadi secara rutin.
Tanpa sistem angkutan massal yang andal, peluang mengintegrasikan mobilitas perkotaan dengan moda lain seperti kereta komuter dan bus antarkota akan terlewatkan. Jaringan transportasi Kawasan Metropolitan Cekungan Bandung tetap terfragmentasi dan tidak efisien.
Emisi gas rumah kaca dan polusi udara akan terus meningkat. Warga berpenghasilan rendah akan terus menanggung biaya transportasi yang semakin tinggi, memperdalam ketimpangan akses terhadap lapangan kerja dan layanan publik.
Desain akhir BRT ditekankan pada rute dan koridor dengan permintaan mobilitas tinggi, konektivitas antarmoda, dan perluasan jangkauan.
Dengan BRT, lebih banyak lapangan kerja dapat dijangkau dalam waktu lebih masuk akal, emisi berkurang, dan warga (termasuk perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas) mendapatkan akses transportasi yang lebih andal dan setara.
Sebagai sampel, dari ~3,77 juta lapangan kerja di Cekungan Bandung, berapa yang bisa dijangkau dari Stasiun Bandung?
Lebih dari separuh lapangan kerja di Cekungan Bandung tidak dapat dijangkau dalam 2 jam perjalanan dengan transportasi umum.
Nitrogen dioksida (NO₂) terdeteksi melebihi batas aman WHO di seluruh titik pemantauan di sepanjang koridor BRT, meskipun masih memenuhi standar nasional Indonesia. Particulate matter (PM₁₀) juga tercatat melebihi standar WHO di Terminal Ledeng.
Sistem ini menggunakan model hybrid: skema direct service dan trunk-and-feeder digunakan bersamaan.
Menggunakan skema direct service, bus dari rute utama dapat masuk dan keluar on-corridor sehingga penumpang tidak perlu berpindah kendaraan walau perjalanan melewati luar koridor. Sepanjang perjalanannya, bus juga akan didukung oleh layanan pengumpan (feeder) dengan skema trunk-and-feeder, memungkinkan masyarakat dari kawasan sekitar membawa penumpang ke halte bus lalu penumpang berpindah ke bus BRT.
Koridor utama BRT membentang sepanjang 21,7 km, melewati jalan-jalan utama di Kota Bandung — dari kawasan timur hingga barat. Di sepanjang koridor ini, bus beroperasi di lajur khusus yang dipisahkan dari lalu lintas umum, baik berupa lajur terpisah penuh maupun lajur campuran, bergantung pada kondisi jalan di tiap segmen.
Proyek on-corridor bukan sekadar membangun halte dan lajur bus. Dalam radius 300 meter dari setiap halte, trotoar di sekitarnya juga akan ditingkatkan. Sistem lalu lintas terintegrasi (ITS) juga dipasang untuk mendukung prioritas bus di persimpangan.
Keterangan: Jalur BRT Platform penumpang Lajur kendaraan umum Sumber: DED MASTRAN (Dohwa–Lenggogeni, 2024)
Koridor mengikuti rute dengan permintaan tertinggi yang sudah ada
Permintaan mobilitas menjadi kriteria utama. Koridor melewati ruas-ruas yang sudah dilayani oleh konsentrasi rute transportasi umum tertinggi — ESIA mencatat 78 rute transportasi umum bersinggungan dengan koridor BRT, dan 40 rute angkot tumpang tindih langsung dengan segmen on-corridor. Hal ini mengindikasikan bahwa rencana koridor BRT berada tepat di mana pergerakan warga sudah terjadi.
Koridor juga dirancang untuk menghubungkan simpul perjalanan utama — termasuk Stasiun Hall, Alun-alun, kawasan Cicadas, serta kawasan universitas dan komersial yang diidentifikasi sebagai salah satu titik bangkitan dan tarikan perjalanan terbesar di Kawasan Metropolitan Cekungan Bandung.
“Jalan di Bandung sudah sempit, bukankah BRT membuatnya semakin sempit?”
Hal ini merupakan kekhawatiran yang wajar. Namun, perlu diketahui bahwa kondisi jalan saat ini bukanlah kondisi sebenarnya. Parkir liar, angkot ngetem, PKL, dan geometri jalan yang buruk sudah lama membuat ruang jalan menjadi lebih sempit. Kehadiran BRT tidak menyempitkan jalan, tetapi justru mengembalikan fungsinya.
Di luar koridor utama, bus beroperasi di lalu lintas biasa dan tidak diakomodasi oleh jalur khusus. Bagian ini disebut off-corridor. Pada bagian inilah sebagian besar rute bus menjangkau kawasan perumahan, pusat aktivitas, dan wilayah di 5 kota/kabupaten yang tidak dilalui koridor BRT.
Sebanyak 242 perhentian akan dibangun di jaringan off-corridor. Tiga jenis infrastruktur digunakan, dari yang paling sederhana hingga yang paling lengkap.
| No. | Rute | Status Saat Ini |
|---|---|---|
| BRT 1 | Cibiru — Kalapa | Belum beroperasi |
| BRT 2 | Lembang — Kalapa | Belum beroperasi |
| BRT 3 | Leuwipanjang — Dago via Dipatiukur | |
| BRT 4 | Elang — Riau | Belum beroperasi |
| BRT 5 | Ciroyom — Antapani — Pajajaran | Belum beroperasi |
| BRT 6 | Cibaduyut — Leuwipanjang — Dago | |
| BRT 7 | Padalarang — Alun-alun Bandung | |
| BRT 8 | Cimahi — Cicaheum | Belum beroperasi |
| BRT 9 | Ledeng — Antapani | Belum beroperasi |
| BRT 10 | Cicaheum — Kalapa via Binong | Belum beroperasi |
| BRT 11 | Tegalluar — Stasiun Hall | Belum beroperasi |
| BRT 12 | Soreang — Terminal Tegallega | |
| BRT 13 | Jatinangor — Cibeureum | Belum beroperasi |
| BRT 14 | Majalaya — Baleendah — Leuwipanjang | |
| BRT 15 | Banjaran — Baleendah — BEC | |
| BRT 16 | Sarijadi — Antapani | Belum beroperasi |
| BRT 17 | Cicaheum — Sarijadi | Belum beroperasi |
| BRT 18 | Jatinangor — Dipatiukur |
+ 27 rute feeder sedang direncanakan. Daftar lengkap belum dipublikasikan secara resmi.
Proyek MASTRAN melibatkan banyak lapisan pemerintahan — dari nasional hingga kota dan kabupaten. Berikut siapa yang pegang tanggung jawab apa.
Konsultan Proyek
Kontraktor Konstruksi
Diskusikan topik yang ingin Anda ketahui mengenai BRT bersama lebih dari 1300 orang lainnya di grup Telegram Forum Diskusi Transportasi Bandung.
Ikuti Diskusi →