MASTRAN · BRT Metro Jabar Trans

Semua yang perlu kamu ketahui tentang proyek BRT di Cekungan Bandung

Proyek MASTRAN akan menghadirkan BRT berskala besar pertama di Metropolitan Cekungan Bandung. Informasi tentang koridor, rute, perhentian, dan manfaatnya bagi warga dikumpulkan dalam situs web ini.

Gambar bergerak dalam format GIF, menampilkan visualisasi halte, jalur khusus, dan kondisinya saat sudah beroperasi
21.7 km
Panjang Koridor BRT
38
Halte On-Corridor
256
Perhentian Off-Corridor
18 + 27
Rute Utama + Feeder
579
Armada Bus

Kondisi saat ini tidak bisa dibiarkan

Sebagai kawasan metropolitan yang terus berkembang, Cekungan Bandung dihadapkan pada persoalan kemacetan dan lingkungan yang semakin parah. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh konsultan detailed engineering design MASTRAN, ditemukan bahwa kondisi jalan dan lalu lintas saat ini tidak sejalan dengan permintaan transportasi yang terus meningkat. Pemerintah perlu melakukan upaya untuk menangani hal ini sebelum situasi menjadi tidak terkendali (do something!).

Tanpa BRT: Skenario “Do Nothing”

Kemacetan yang terus memburuk

Tanpa intervensi, Kawasan Metropolitan Cekungan Bandung akan menghadapi kemacetan yang semakin parah akibat meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi. Sejumlah ruas jalan pada jam sibuk sudah mencapai Level of Service F berdasarkan klasifikasi Manual Kapasitas Jalan Indonesia, 1997. Hal ini berarti volume kendaraan melebihi kapasitas jalan dan kemacetan panjang terjadi secara rutin.

Tanpa sistem angkutan massal yang andal, peluang mengintegrasikan mobilitas perkotaan dengan moda lain seperti kereta komuter dan bus antarkota akan terlewatkan. Jaringan transportasi Kawasan Metropolitan Cekungan Bandung tetap terfragmentasi dan tidak efisien.

Emisi gas rumah kaca dan polusi udara akan terus meningkat. Warga berpenghasilan rendah akan terus menanggung biaya transportasi yang semakin tinggi, memperdalam ketimpangan akses terhadap lapangan kerja dan layanan publik.

Dengan BRT: Skenario “Do Something”

Mobilitas terintegrasi untuk semua

Desain BRT ditekankan pada pengembangan rute dan koridor di tempat-tempat dengan permintaan mobilitas tinggi, konektivitas antarmoda, dan perluasan jangkauan.

Dengan BRT, lebih banyak lapangan kerja dapat dijangkau dalam waktu lebih masuk akal, emisi berkurang, dan masyarakat (termasuk perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas) mendapatkan akses transportasi yang lebih andal dan setara.

🚦 Kondisi Lalu Lintas
LOS F
Level of Service jam sibuk di sejumlah ruas utama, berarti lalu lintas terhambat, volume melebihi kapasitas
+193%
Proyeksi pertumbuhan perjalanan harian di BBMA antara 1995 dan 2030
💼 Keterjangkauan Lapangan Kerja menggunakan Transportasi Umum

Sebagai sampel, dari ~3,77 juta lapangan kerja di Cekungan Bandung, berapa yang bisa dijangkau dari Stasiun Bandung?

27%
dalam 60 menit
40%
dalam 90 menit
46%
dalam 120 menit

Lebih dari separuh lapangan kerja di Cekungan Bandung tidak dapat dijangkau dalam 2 jam perjalanan dengan transportasi umum.

🌿 Emisi Gas Rumah Kaca Harian di Koridor BRT
5.010 tCO₂e
Total emisi per hari di sepanjang jalur on-corridor
Mobil pribadi41%
Sepeda motor pribadi31%
Truk18%
Angkot & bus10%
💨 Kualitas Udara (Data 2024)

Nitrogen dioksida (NO₂) terdeteksi melebihi batas aman WHO di seluruh titik pemantauan di sepanjang koridor BRT, meskipun masih memenuhi standar nasional Indonesia. Particulate matter (PM₁₀) juga tercatat melebihi standar WHO di Terminal Ledeng.

Bagaimana bentuk infrastruktur halte dan jalur khusus BRT nantinya?

Model Layanan

Sistem BRT di Cekungan Bandung, dengan jenama Metro Jabar Trans, akan menggunakan model operasi hybrid. Skema direct service dan trunk-and-feeder akan digunakan bersamaan untuk menjangkau wilayah yang lebih luas.

Rute bus BRT akan menggunakan skema direct service, bus dapat bebas masuk dan keluar koridor BRT, sehingga penumpang tidak perlu sering berpindah kendaraan meskipun tempat yang dituju berada di luar koridor. Sepanjang perjalanannya, bus juga akan didukung oleh layanan pengumpan (feeder) dengan skema trunk-and-feeder, memungkinkan masyarakat dari wilayah yang tidak dapat dilalui bus untuk tetap dapat mengakses layanan BRT.

On-Corridor

Jalur Utama Berinfrastruktur Khusus

Peta rencana koridor BRT di Kota Bandung beserta halte-halte on-corridor

Koridor BRT dan halte-halte di dalamnya, berdasarkan Dokumen ESIA halaman 21-22. Gambar dibuat ulang oleh Transport for Bandung pada April 2026.

Koridor utama BRT membentang sepanjang 21,7 km, melewati jalan-jalan utama di Kota Bandung. Di sepanjang koridor ini, bus beroperasi di lajur khusus yang diistimewakan, baik dengan adanya jalur terpisah penuh dari kendaraan pribadi maupun lajur campuran, tergantung pada kondisi jalan di tiap segmen.

Proyek on-corridor bukan sekadar membangun halte dan lajur bus. Dalam radius 300 meter dari setiap halte, trotoar di sekitarnya juga akan ditingkatkan. Sistem lalu lintas terintegrasi (ITS) juga dipasang untuk memrioritaskan laju bus BRT di persimpangan.

Perlu digaris bawahi bahwa bukan koridor BRT saja yang dilayani oleh bus. Bus akan melayani area di luar koridor BRT juga dengan skema direct service. Informasi lebih lanjut dijelaskan di bagian berikutnya.

21,7 km
Panjang Koridor
38
Halte
300 m
Radius Perbaikan Trotoar

Yang dibangun di on-corridor

Jalur/lajur khusus bus (terpisah/campuran)
38 halte khusus BRT
Peningkatan trotoar radius 300 m
Sistem lalu lintas terintegrasi (ITS)
Fasilitas pejalan kaki & aksesibilitas
6 Tipe Halte On-Corridor — berdasarkan DED MASTRAN (Dohwa–Lenggogeni, 2024)
Tipe A
1 atau lebih jalur khusus BRT + 2 lajur kendaraan di jalan satu arah
Sisi Jalan
TROTOAR TROTOAR HALTE BUS BRT ↑ JALUR BUS↑ lajur 1↑ lajur 2
Jalan satu arah dengan 3 atau lebih lajur. Jalur dan halte BRT berada di kiri jalan. Terdapat separator fisik yang memisahkan jalur BRT dari 2 lajur kendaraan lainnya.
23 halte: Stasiun Hall, Dalem Kaum, Pasir Koja, Tegallega, ITC Kebon Kalapa, Kepatihan, Alun-alun Bandung, Cikapundung, Cicadas, Kebonwaru, Simpang Lima, Asia Afrika, Dulatip, GKI Anugerah, Andir, RS Rajawali, YWKA, Rajawali Timur, Ciroyom, Trinitas, Kebon Jati, Banceuy Center, dan BTM.
Tipe B
1 lajur kendaraan + halte pulau + 1 jalur BRT + 2 lajur kendaraan di jalan satu arah
Median
TROTOAR TROTOAR HALTE BUS BRT ↑ lajur 1↑ JALUR BUS↑ lajur 2↑ lajur 3
Jalan satu arah dengan 4 lajur. Lajur 1 untuk kendaraan pribadi, halte berada di antara lajur 1 dan jalur BRT, jalur BRT di lajur kedua (lengkap dengan separator fisik), ditambah 2 lajur kendaraan pribadi di kanan.
1 halte: Pasar Baru
Tipe C
2 lajur kendaraan + halte pulau + 1 jalur BRT + 1 lajur kendaraan di jalan satu arah
Median
TROTOAR TROTOAR HALTE BUS BRT ↑ lajur 1↑ lajur 2↑ JALUR BUS↑ lajur 4
Jalan satu arah dengan 4 lajur. Dua lajur kendaraan pribadi di kiri, halte pulau di antara lajur 2 dan jalur BRT (dilengkapi separator fisik), 1 lajur kendaraan pribadi di kanan.
2 halte: Bundaran Cibeureum dan Batas Kota
Tipe D
1 lajur BRT + 1 lajur kendaraan tiap arah, jalan dua arah
Sisi Jalan
TROTOAR TROTOAR HALTE HALTE BUS BRT BUS BRT ↑ LAJUR BUS↑ lajur↓ lajur↓ LAJUR BUS
Jalan dua arah dengan garis putih solid sebagai pemisah arah. BRT di tepi kiri tiap arah, dengan marka jalan (tanpa separator fisik). Halte di kedua trotoar luar.
5 halte: Taman Tegallega, Pasar Kosambi, Stadion Sidolig, IBCC, Santa Maria
Tipe E
1 jalur BRT + 1 lajur ↑ + 1 lajur berlawanan, 2 arah
Sisi Jalan
TROTOAR TROTOAR HALTE BUS BRT ↑ JALUR BUS↑ lajur 1↓ lajur 2
Jalan dua arah 3 lajur total. BRT di tepi kiri bersama 1 lajur searah, 1 lajur arah berlawanan di kanan, dipisahkan garis putih solid.
1 halte: Naripan
Tipe F
1 jalur BRT + 2 lajur ↑ + 2 lajur berlawanan, 2 arah
Sisi Jalan
TROTOAR TROTOAR HALTE BUS BRT ↑ JALUR BUS↑ lajur 1↑ lajur 2↓ lajur 3↓ lajur 4
Jalan dua arah 5 lajur total. BRT di tepi kiri bersama 2 lajur searah, 2 lajur arah berlawanan di kanan.
3 halte: Ciateul, Jamika, dan Suryani

Keterangan: Jalur BRT   Platform penumpang   Lajur kendaraan umum   Sumber: DED MASTRAN (Dohwa–Lenggogeni, 2024)

Mengapa Koridor BRT Dibangun di Sini?

Koridor mengikuti ruas-ruas jalan dengan dengan permintaan tertinggi

Permintaan mobilitas menjadi kriteria utama. Koridor BRT melewati ruas-ruas yang dengan kepadatan rute transportasi umum tertinggi. Laporan ESIA mencatat terdapat 78 rute transportasi umum eksisting di sepanjang rencana koridor BRT. Hal ini mengindikasikan bahwa lokasi yang dipilih untuk dibangun koridor BRT berada tepat di mana pergerakan warga sudah terjadi.

Koridor BRT juga dirancang untuk menghubungkan simpul perjalanan utama — termasuk Stasiun Hall, Alun-alun, kawasan Cicadas, serta kawasan universitas dan komersial yang diidentifikasi sebagai salah satu titik bangkitan dan tarikan perjalanan terbesar di Kawasan Metropolitan Cekungan Bandung.

Pertanyaan yang Sering Muncul

“Jalan di Bandung sudah sempit, bukankah BRT membuatnya semakin sempit?”

Hal ini merupakan kekhawatiran yang wajar. Namun, perlu diketahui bahwa kondisi jalan saat ini bukanlah kondisi sebenarnya. Parkir liar, angkot ngetem, PKL, dan geometri jalan yang buruk sudah lama membuat ruang jalan menjadi lebih sempit. Kehadiran BRT tidak menyempitkan jalan, tetapi justru mengembalikan fungsinya.

Baca penjelasan lengkap →
Off-Corridor

Infrastruktur Penunjang di Luar Koridor

Di luar koridor utama, bus beroperasi di lalu lintas biasa dan tidak diakomodasi oleh jalur khusus. Bagian ini disebut off-corridor. Pada bagian inilah sebagian besar rute bus menjangkau kawasan perumahan, pusat aktivitas, dan wilayah di 5 kota/kabupaten yang tidak dilalui koridor BRT.

Sebanyak 256 perhentian akan dibangun di jaringan off-corridor. Tiga jenis infrastruktur digunakan, dari yang paling sederhana hingga yang paling lengkap.

256
Total Perhentian di Luar Koridor BRT
5
Kota dan Kabupaten Terjangkau

Jenis Perhentian di Off-Corridor

Tipe perhentian off-corridor pole, menampilkan sebuah papan informasi berbentuk totem dengan nama halte dan informasi rute
Pole
Perhentian sederhana tanpa atap, dipasang di pinggir jalan.
Tipe perhentian off-corridor halte kecil, menampilkan sebuah bangunan kecil dengan atap untuk perlindungan dari cuaca
Shelter Kecil
Bangunan halte kecil dengan atap untuk perlindungan dari cuaca.
Tipe perhentian off-corridor halte besar, menampilkan sebuah bangunan besar dengan atap untuk perlindungan dari cuaca
Shelter Besar
Fasilitas lebih memadai, di titik-titik dengan permintaan tinggi.
Peta Sebaran Halte

Sebaran Lokasi Perhentian Off-Corridor

Peta di bawah menampilkan 780 titik perhentian on-corridor, off-corridor, dan end-station yang direncanakan di seluruh Kawasan Metropolitan Cekungan Bandung, berdasarkan dokumen LARAP BBMA BRT (Maret 2025). Klik titik mana saja untuk melihat nama, jenis, dan wilayah administratifnya.

Jenis:
780 perhentian ditampilkan
Bus Pole Small Shelter Big Shelter

Sumber: LARAP BBMA BRT (Dohwa–Lenggogeni, Maret 2025) · Peta: © OpenStreetMap Contributors

18 rute BRT dan 27 rute feeder direncanakan untuk Cekungan Bandung

Rute Bus BRT

18 rute bus yang melayani Cekungan Bandung

🚌 6 dari 18 rute ini sudah beroperasi sebagian sebagai Metro Jabar Trans (MJT), kelanjutan dari layanan Trans Metro Pasundan dan Buratas yang digabung dan di-rebranding per 1 Januari 2025. Rute-rute tersebut akan dikembangkan, diperpanjang, atau disesuaikan jalurnya saat MASTRAN beroperasi penuh.
Peta rute BRT di Cekungan Bandung

Visualisasi 18 rute BRT yang melayani 5 kota dan kabupaten di Cekungan Bandung.

No. Rute Status Saat Ini Catatan
BRT 1 Cibiru—Kalapa Belum beroperasi Melanjutkan layanan Bus Kota Damri Jalur 11 (Cibiru—Leuwipanjang), dengan diperpendek hanya sampai Kebon Kalapa.
BRT 2 Lembang—Kalapa Belum beroperasi Melanjutkan layanan Bus Kota Damri Jalur 2 (Leuwipanjang—Ledeng), dengan diperpanjang hingga Lembang dan diperpendek hanya sampai Kebon Kalapa.
BRT 3 Leuwipanjang—Dago via Dipatiukur MJT 4 (sebagian) Memperpanjang layanan Metro Jabar Trans Koridor 4 (Leuwipanjang—Dago)hingga Dago Atas.
BRT 4 Elang—Riau Belum beroperasi Melanjutkan rute angkot dalam Kota Bandung trayek nomor 21 (Cikudapateuh—Ciroyom), dengan diperpanjang hingga Jalan Riau.
BRT 5 Ciroyom—Antapani—Pajajaran Belum beroperasi Melanjutkan rute angkot dalam Kota Bandung nomor 31 (Antapani—Ciroyom).
BRT 6 Cibaduyut—Leuwipanjang — Dago MJT 4 (sebagian) Duplikasi layanan Metro Jabar Trans Koridor 4 (Leuwipanjang—Dago) yang telah beroperasi saat ini, dengan diperpanjang hingga Dago Atas dan Cibaduyut.
BRT 7 Padalarang—Alun-alun Bandung MJT 2 Telah beroperasi sebagai Metro Jabar Trans Koridor 2 (Kota Baru Parahyangan—Alun-alun Bandung).
BRT 8 Cimahi—Cicaheum Belum beroperasi Melanjutkan layanan Trans Metro Bandung Koridor 2 (Cicaheum—Cibeureum), dengan diperpanjang hingga Cimahi.
BRT 9 Ledeng—Antapani Belum beroperasi Terdapat layanan bus sekolah Kota Bandung dengan rute yang sama sebelumnya.
BRT 10 Cicaheum—Kalapa via Binong Belum beroperasi Melanjutkan layanan angkot dalam Kota Bandung trayek nomor 01A (Cicaheum—Kalapa via Binong).
BRT 11 Tegalluar—Stasiun Hall Belum beroperasi Rute baru. Sebelumnya dilayani oleh layanan shuttle Perum Damri.
BRT 12 Soreang—Terminal Tegallega MJT 1 (dikembangkan) Mengembangkan layanan Metro Jabar Trans Koridor 1 (Soreang—Terminal Leuwipanjang) menjadi melalui Jalan Kopo dan mencapai Terminal Soreang.
BRT 13 Jatinangor—Cibeureum Belum beroperasi Melanjutkan layanan nonaktif Bus Kota Damri Jalur 6.
BRT 14 Majalaya—Baleendah— Leuwipanjang MJT 6 Mengembangkan layanan Metro Jabar Trans Koridor 6 yang telah beroperasi saat ini.
BRT 15 Banjaran—Baleendah—BEC MJT 3 (sebagian) Memperpanjang layanan Metro Jabar Trans Koridor 3 yang telah beroperasi saat ini hingga Banjaran.
BRT 16 Sarijadi—Antapani Belum beroperasi Melanjutkan layanan nonaktif Bus Kota Kobutri.
BRT 17 Cicaheum—Sarijadi Belum beroperasi Melanjutkan layanan Trans Metro Bandung Koridor 3 dengan rute yang sama.
BRT 18 Jatinangor—Dipatiukur MJT 5 Telah beroperasi sebagai Metro Jabar Trans Koridor 5.
Rute Feeder

27 rute feeder yang direkomendasikan di Cekungan Bandung

Rekomendasi rute feeder> ini bertujuan untuk memperluas cakupan layanan BRT, terutama di tempat-tempat yang tidak dilayani oleh rute BRT. Selain itu, adanya layanan feeder mampu memberdayakan koperasi angkot yang terdampak oleh adanya BRT. Informasi ini didapatkan dari paparan Dinas Perhubungan Kota Bandung dalam webinar terbuka yang diselenggarakan oleh ITB.

🚌 Saat ini, Metro Jabar Trans telah merintis layanan feeder dalam dua rute. Kedua rute tersebut memberdayakan Koperasi Kobanter Baru, pelaku usaha angkot eksisting di Kota Bandung.
No. Rute Status Saat Ini Catatan
FD 1 Stasiun Rancaekek—Jatinangor Belum beroperasi Melanjutkan sebagian layanan rute angkot AKDP Gedebage—Majalaya via Sayang.
FD 2 Tanjungsari—Pasar Cileunyi Belum beroperasi Melanjutkan sebagian layanan rute angkot AKDP Sumedang—Cileunyi.
FD 3 Majalaya—Derwati—Tegalluar Belum beroperasi
FD 4 Gempolsari—Pajajaran Belum beroperasi
FD 5 Kalapa—Pusdai Belum beroperasi
FD 6 Simpang Kircon—Pasar Baru ABC FD1 Telah beroperasi dalam layanan Metro Jabar Trans dengan nomor FD1
FD 7 Mahmud—Kopo Belum beroperasi
FD 8 Padalarang—Cipeundeuy Belum beroperasi Melanjutkan sebagian layanan angkot Kabupaten Bandung Barat dengan rute yang sama.
FD 9 Lembang—Padalarang Belum beroperasi
FD 10 Taman Budaya Dago—Cicaheum Belum beroperasi
FD 11 Ciwastra—Ujungberung Belum beroperasi
FD 12 Soreang—Ciwidey Belum beroperasi Telah masuk dalam rencana pengoperasian feeder pada 2025, tetapi ditunda.
FD 13 Antapani—Ciwastra Belum beroperasi
FD 14 Gedebage—Arcamanik Belum beroperasi
FD 15 Buahbatu—Cibaduyut Belum beroperasi
FD 16 Pasar Gedebage—Rancanumpang Belum beroperasi
FD 17 Soreang—Cimahi Belum beroperasi
FD 18 Bandasari—Soreang Belum beroperasi
FD 19 Soreang—Banjaran Belum beroperasi
FD 20 Baleendah—Cibaduyut Belum beroperasi
FD 21 Sederhana—Cimindi Belum beroperasi
FD 22 Cicalengka—Cileunyi Belum beroperasi
FD 23 Ciumbuleuit—Wastukencana Belum beroperasi
FD 24 UIN Sunan Gunung Djati—Stasiun Kiaracondong Belum beroperasi
FD 25 GBLA—Derwati—Simpang Kircon Belum beroperasi
FD 26 Cimahi—Parongpong Belum beroperasi
FD 27 Pacet—Ciparay Belum beroperasi

Spesifikasi bus dan jadwal operasional

🚌
On-Corridor
Bus Besar — 12 Meter
Panjang12 meter
Lebar maks.2,50 meter
Jumlah kursi29 kursi
Kapasitas berdiriMaks. 55 penumpang
Aksesibilitas1 ruang kursi roda
Lebar pintu1.200 mm (pintu tengah)
🚖
Off-Corridor
Bus Sedang — 9 Meter
Panjang9 meter
Lebar maks.2,45 meter
Jumlah kursi20 kursi
Kapasitas berdiriMaks. 25 penumpang
Aksesibilitas1 ruang kursi roda
Lebar pintu1.200 mm (pintu tengah)
06.00 22.00
Jam operasi harian (16 jam)
3–5 menit
Frekuensi bus saat jam sibuk
5–10 menit
Frekuensi bus di luar jam sibuk
579
Total armada bus yang direncanakan

Depo dan Terminal

Placeholder Gambar🏭Foto Depo Leuwipanjang
Depo Bus
Leuwipanjang
Kota Bandung · Barat Daya
Placeholder Gambar🏭Foto Depo Cicaheum
Depo Bus
Cicaheum
Kota Bandung · Timur
Placeholder Gambar💏Foto Terminal Antapani
Terminal
Antapani
Kota Bandung · Timur
Placeholder Gambar💏Foto Terminal Ledeng
Terminal
Ledeng
Kota Bandung · Utara

Tata kelola proyek: dari pusat hingga kota

Proyek MASTRAN melibatkan banyak lapisan pemerintahan — dari nasional hingga kota dan kabupaten. Berikut siapa yang pegang tanggung jawab apa.

🏛
Nasional — Pemrakarsa Proyek
Kementerian Perhubungan RI (Ditjen Perhubungan Darat / PMU)
Kementerian Perhubungan adalah pemilik proyek. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengelola pelaksanaan teknis melalui Program Management Unit (PMU).
💰
Nasional — Pengelola Pinjaman
Kementerian Keuangan RI
Pinjaman dari Bank Dunia dan AFD mengalir melalui Kementerian Keuangan sebagai on-lending ke Kemenhub.
🏢
Provinsi — Koordinator & Operator Transisi
Pemerintah Provinsi Jawa Barat · Dishub Jabar · PT Jasa Sarana
Dishub Jabar mengoordinasikan lintas kota/kabupaten. PT Jasa Sarana (BUMD Provinsi Jawa Barat) ditunjuk sebagai operator transisi sementara berdasarkan Pergub Jabar No. 53/2023, mulai 1 Januari 2025 hingga BUMD permanen terbentuk.
🏙
Kota / Kabupaten — 5 Daerah
Kota Bandung · Kota Cimahi · Kabupaten Bandung · Kabupaten Bandung Barat · Kabupaten Sumedang
Masing-masing bertanggung jawab atas BRT di wilayahnya. Setiap daerah juga akan memiliki saham dan kewajiban untuk terlibat di BUMD baru.
🏗
BUMD Permanen — Sedang Direncanakan
BUMD Kerjasama Antardaerah (belum terbentuk)
Akan menjadi operator tetap dengan Pemprov Jabar dan 5 kota/kabupaten sebagai pemegang saham.

Konsultan Proyek

PrMC — Program Management Consultant
ARUP + Perentjana Djaja
Merancang dan mengelola program, menilai kapasitas nasional, melakukan pengembangan institusional, serta mengembangkan database transportasi perkotaan.
PMC — Project Management Consultant
Egis + Avenew Indonesia + Yooshin Engineering
Perencanaan operasi, pengadaan, penyusunan spesifikasi ITS, pengawasan aspek lingkungan dan sosial, serta pengembangan organisasi BRT.
DED & Supervision Consultant
Dohwa Engineering + Lenggogeni
Membuat detailed engineering design (selesai) dan menjadi pengawas konstruksi.

Kontraktor Konstruksi

🚄
On-Corridor
Brantas Abipraya (Persero)
Membangun jalur koridor & halte on-corridor.
💏
Off-Corridor
Sumber Bangun Sentosa
Membangun 256 perhentian & halte di jaringan off-corridor.
🏭
Depo Leuwipanjang
Abadi Prima Intikarya
Membangun depo bus di Leuwipanjang.
⚙ Kontrak lainnya (depo Cicaheum, dll) belum dapat dipastikan.

Dampak proyek terhadap warga dan komunitas

Seberapa jauh proyek ini sudah berjalan?

Proyek MASTRAN terdiri dari beberapa komponen besar yang berjalan bersamaan, dari studi, desain, hingga konstruksi fisik dan persiapan operasional. Berikut kemajuan proyek BRT di Cekungan Bandung berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi publik. Informasi ini akurat per April 2026.

Koridor & Halte On-Corridor
▶ Persiapan Konstruksi
38 halte dan jalur khusus sepanjang 21,7 km
Konstruksi fisik halte on-corridor sedang dipersiapkan. Kontraktor Brantas Abipraya (Persero) mengerjakan pembangunan jalur BRT dan halte di sepanjang koridor, termasuk pemasangan separator, marka jalan, dan peningkatan trotoar dalam radius 300 meter dari setiap halte.
Perhentian Off-Corridor
▶ Konstruksi Berjalan
256 perhentian di 2 kota
Kontraktor Sumber Bangun Sentosa sedang membangun 256 perhentian di jaringan off-corridor, mencakup tiga jenis: pole, shelter kecil, dan shelter besar. Pembangunan tersebar di Kota Bandung dan Kota Cimahi.
Depo BRT Leuwipanjang
▶ Konstruksi Berjalan
Depo BRT di Terminal Leuwipanjang
Depo Leuwipanjang sedang dalam tahap konstruksi, dibangun oleh Abadi Prima Intikarya selaku pemenang tender konstruksi dan diawasi oleh Dohwa-Lenggogeni selaku Konsultan DED dan Pengawas. Depo ini akan menjadi fasilitas perawatan dan penyimpanan armada bus di sisi barat koridor. Status kontraktor Depo Cicaheum masih dalam konfirmasi.
Detailed Engineering Design (DED)
✓ Selesai
Dohwa Engineering + Lenggogeni
DED telah selesai dikerjakan oleh Dohwa Engineering bersama Lenggogeni. Dokumen teknis ini mencakup desain 6 tipe platform halte (Tipe A–F), konfigurasi lajur bus, sistem lalu lintas terintegrasi (ITS), serta spesifikasi trotoar dan aksesibilitas di setiap titik halte sepanjang koridor.
Rute & Operasional BRT
⏱ Persiapan
18 rute utama + 27 rute feeder
6 dari 18 rute sudah beroperasi sebagian sebagai Metro Jabar Trans (MJT) sejak 1 Januari 2025, kelanjutan dari Trans Metro Pasundan dan Buratas. Sisa 12 rute belum beroperasi dan masih dalam tahap persiapan. Daftar lengkap 27 rute feeder belum dipublikasikan secara resmi.
Operator & Kelembagaan
⏱ Persiapan
BUMD permanen belum terbentuk
PT Jasa Sarana (BUMD Provinsi Jawa Barat) ditunjuk sebagai operator transisi berdasarkan Pergub Jabar No. 53/2023. Pembentukan BUMD permanen yang melibatkan 5 kota/kabupaten sebagai pemegang saham masih dalam proses perencanaan dan belum selesai.
Pengadaan Armada Bus
⏱ Persiapan
579 bus (12m + 9m) belum diadakan
Pengadaan 579 armada bus — terdiri dari bus besar 12 meter untuk on-corridor dan bus sedang 9 meter untuk off-corridor — tidak termasuk dalam cakupan pinjaman Bank Dunia dan AFD. Proses pengadaan terpisah dan belum dilaporkan selesai.
Penanganan Dampak Sosial (LARAP)
✓ Selesai
Dokumen LARAP disetujui 2025
Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) untuk seluruh komponen proyek — termasuk program relokasi 1.735 PKL, kompensasi 124 penyewa kios terminal, dan program pemulihan penghidupan — telah selesai disusun dan disetujui pada Maret 2025 sesuai standar Bank Dunia dan AFD.

MASTRAN: proyek transportasi massal Cekungan Bandung

Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) adalah proyek yang akan menghadirkan BRT skala metropolitan di Cekungan Bandung, mencakup 5 kota/kabupaten: Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Di Bandung, sistem ini akan beroperasi di bawah nama Metro Jabar Trans (MJT), kelanjutan dan pembaharuan layanan bus perkotaan yang telah berjalan saat ini.

Sumber Pendanaan (Bandung dan Medan)
Bank Dunia
USD 224 juta
AFD (Prancis)
USD 40 juta

Total pinjaman
USD 264 juta
Linimasa Proyek MASTRAN
2022
Persetujuan Pendanaan World Bank & AFD
Total USD 264 juta disetujui. Proyek resmi dimulai.
2023–2026
Studi, Desain, DED & Penetapan Rute
Konsultan menetapkan jalur koridor, jenis lajur, lokasi halte, dan dokumen teknis terperinci.
2026 — Sekarang
Konstruksi Halte, Koridor & Infrastruktur
Pembangunan 38 halte on-corridor, 256 perhentian off-corridor, depo, dan peningkatan trotoar sedang berjalan.
2026–2027
Target Selesai Konstruksi
Seluruh infrastruktur halte dan perhentian ditargetkan rampung.
2027
Target Operasi Penuh
18 rute beroperasi penuh dengan 579 armada bus.

Yang paling sering ditanyakan warga

Apa perbedaan koridor dan rute? +
Siapa yang membiayai proyek ini? +
Apakah angkot akan dihapus setelah BRT beroperasi? +
Apa perbedaan BRT Bandung Raya, BRT Mastran, BRT Cekungan Bandung, dan BRT Metro Jabar Trans? +
Apa itu konsep “direct service” dan “trunk-and-feeder”? +

Informasi yang Anda cari tidak ada di sini?

Diskusikan topik yang ingin Anda ketahui mengenai BRT bersama lebih dari 1300 orang lainnya di grup Telegram Forum Diskusi Transportasi Bandung.

Ikuti Diskusi →

Yang baru di lapangan & kebijakan

🚧
Konstruksi
Pembangunan Halte On-Corridor di Antapani Dimulai
8 Maret 2026
📋
Kebijakan
Dishub Jabar Konfirmasi Nama Metro Jabar Trans Dipertahankan
5 Maret 2026
🗣
Komunitas
Forum Warga: Apa yang Berubah di Sekitar Halte Barumu?
1 Maret 2026