Proyek MASTRAN akan menghadirkan BRT berskala besar pertama di Bandung. Informasi soal koridor, perhentian, halte, dan dampaknya bagi warga — dikumpulkan di satu tempat, dalam bahasa yang jelas.
Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) adalah proyek besar yang akan menghadirkan BRT skala metropolitan di Cekungan Bandung — mencakup 5 kota/kabupaten: Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.
Di Bandung, sistem ini akan beroperasi di bawah nama Metro Jabar Trans (MJT) — penerusan dan perluasan besar dari layanan BRT yang sudah berjalan saat ini.
Proyek ini menggunakan konsep direct service: bus dapat masuk dan keluar dari koridor utama menuju rute off-corridor, sehingga warga di luar koridor tetap terlayani tanpa harus pindah bus.
Sistem ini menggunakan model hybrid: direct service dan trunk-and-feeder berjalan bersamaan.
Pada direct service, bus dari rute utama dapat masuk dan keluar on-corridor secara langsung — penumpang tidak perlu berpindah kendaraan walau perjalanan melewati luar koridor. Pada trunk-and-feeder, bus pengumpan (feeder) dari kawasan sekitar membawa penumpang ke halte koridor, lalu penumpang berpindah ke bus utama BRT.
Koridor utama BRT membentang sepanjang 21,7 km, melewati jalan-jalan utama di Kota Bandung — dari kawasan timur hingga barat. Di sepanjang koridor ini, bus beroperasi di lajur khusus yang dipisahkan dari lalu lintas umum, baik berupa lajur terpisah penuh maupun lajur campuran, bergantung pada kondisi jalan di tiap segmen.
Proyek on-corridor bukan sekadar membangun halte dan lajur bus. Dalam radius 300 meter dari setiap halte, trotoar di sekitarnya juga akan ditingkatkan. Sistem lalu lintas terintegrasi (ITS) juga dipasang untuk mendukung prioritas bus di persimpangan.
Di luar koridor utama, bus beroperasi di lalu lintas campuran biasa — tidak ada lajur khusus. Area ini disebut off-corridor. Di sinilah sebagian besar rute bus menjangkau kawasan perumahan, pusat kegiatan, dan wilayah di 5 kota/kabupaten yang tidak dilalui koridor utama.
Sebanyak 242 perhentian akan dibangun di jaringan off-corridor. Tiga jenis infrastruktur digunakan, dari yang paling sederhana hingga yang paling lengkap.
| No. | Rute | Status Saat Ini |
|---|---|---|
| BRT 1 | Cibiru — Kalapa | Belum beroperasi |
| BRT 2 | Lembang — Kalapa | Belum beroperasi |
| BRT 3 | Leuwipanjang — Dago via Dipatiukur | |
| BRT 4 | Elang — Riau | Belum beroperasi |
| BRT 5 | Ciroyom — Antapani — Pajajaran | Belum beroperasi |
| BRT 6 | Cibaduyut — Leuwipanjang — Dago | |
| BRT 7 | Padalarang — Alun-alun Bandung | |
| BRT 8 | Cimahi — Cicaheum | Belum beroperasi |
| BRT 9 | Ledeng — Antapani | Belum beroperasi |
| BRT 10 | Cicaheum — Kalapa via Binong | Belum beroperasi |
| BRT 11 | Tegalluar — Stasiun Hall | Belum beroperasi |
| BRT 12 | Soreang — Terminal Tegallega | |
| BRT 13 | Jatinangor — Cibeureum | Belum beroperasi |
| BRT 14 | Majalaya — Baleendah — Leuwipanjang | |
| BRT 15 | Banjaran — Baleendah — BEC | |
| BRT 16 | Sarijadi — Antapani | Belum beroperasi |
| BRT 17 | Cicaheum — Sarijadi | Belum beroperasi |
| BRT 18 | Jatinangor — Dipatiukur |
+ 27 rute feeder sedang direncanakan. Daftar lengkap belum dipublikasikan secara resmi.
Proyek MASTRAN melibatkan banyak lapisan pemerintahan — dari nasional hingga kota dan kabupaten. Berikut siapa yang pegang tanggung jawab apa.
Konsultan Proyek
Kontraktor Konstruksi
Kirim pertanyaan Anda. Tim Transport for Bandung akan mencari jawaban dari sumber valid dan menerbitkannya di halaman ini untuk semua warga.
Kirim Pertanyaan →